Oleh: PRAMUKA UNESA | Maret 13, 2008

TEMU KANGEN

Salam pramuka, hoooooooy dulur kabeh ayo ngummpulllll. Rapatkan barisan kita jalin persaudaraan (ukhuwah) diantara kita yang sempat renggang, ingat disekitar kita masih banyak yang butuh kita luruskan arah pembinaan pramuka. Ayo kita canangkan ALUMNI MULEH SANGGAR isi kegiatannya Aksi Lingkungan Untuk Meningkatkan NasIonalisme; Mbedah bUku yang Lagi ngEtop & Hangat; Simulasi cAra membiNa anGGota Ala modeRn

Dari Alumni 94 “ETW”

Oleh: PRAMUKA UNESA | Februari 22, 2008

Team work

team work adalah kerja sama antar team yang dibutuhkan di organisasi manapun untuk mencapai suatu keberhasilan

Oleh: PRAMUKA UNESA | Februari 22, 2008

SALAM PRAMUKA!!!!

SELAYANG PANDANG
GUGUSDEPAN SURABAYA 413 – 414
YANG BERPANGKALAN
DI KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Gerakan Pramuka Gudep Surabaya 413-414 yang berpangkalan di kampus IKIP Surabaya yang sekarang telah menjadi Universitas Negeri Surabaya. didirikan pada tanggal 10 November 1982. Bumi Perkemahan Sumberboto Jombang menjadi saksi bisu pengukuhan Gudep Surabaya 413-414 oleh Kak H.A. Hudan Dardari (waktu itu sebagai Bupati Jombang) mewakili Ka. Kwarda Jawa Timur dan dipelopori oleh Kak Ganet dan Kak Joko selaku mahasiswa IKIP Surabaya yang juga anggota Gugusdepan Surabaya 413-414.
Sebelum Gugusdepan Surabaya 413-414 lahir, di IKIP Surabaya telah terjadi aktivitas kepramukaan, tetapi terbatas pada perkuliahan yaitu pada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Setelah terbit surat keputusan bersama antara Ditjen Dikti, Depdikbud dan S.K.Kwarnas Gerakan Pramuka tentang kerjasama dalam usaha Pembinaan dan pengembangan Pendidikan Kepramukaan di Perguruan Tinggi, barulah Gerakan Pramuka mendapatkan angin segar untuk berkibar di Perguruan Tinggi. Karena besarnya minat mahasiswa pada saat itu ( kurang lebih 400 0rang) dan didukung oleh beberapa aktifis Pramuka, serta beberapa dosen IKIP Surabaya. Dalam mencapai tujuannya, Gerakan Pramuka Gugusdepan Surabaya 413-414 yang berpangkalan di IKIP Surabaya mengadakan hubungan yang erat dan kerjasama yang baik dengan orang tua, peserta didik, instansi-instansi terkait, baik instansi Pemerintah maupun Swasta. Searah dengan perkembangan zaman, Gerakan Pramuka sangat membutuhkan kader-kader pemimpin dan Pembina Pramuka yang berkualitas.

Dekade 1982-1985
Seperti bayi yang baru lahir ke dunia, pada tahun pertama Gudep Surabaya 413-414 masih mencari bentuk, antara pola pembinaan atau bentuk strategi pendekatan yang sesuai dengan kondisi mahasiswa IKIP Surabaya. MKDU Kepemudaan dan kepramukaan menyebabkan jumlah anggota yang sangat banyak, tetapi keanggotaan bertahan hanya satu semester. Hal ini disebabkan setiap semester anggotanya berganti, sehingga dalam menjalankan pola pembinaan menemui kesulitan. Karena usia yang masih muda, peserta didik saat itu baru sekelompok penegak yang masuk dalam Racana Ki Hajar Dewantara dan Racana Raden Ajeng Kartini. Sulitnya membuat program kegiatan menyebabkan dana kegiatan tidak terpakai.
Beberapa tahun kemudian muncul pembaharuan Gugusdepan yang punya wawasan pengabdian yang tinggi. MKDU Pramuka pada Fakultas tertentu dihapus dan pada tahun 1986 untuk pertama kali dilakukan Orientasi Pendidikan Kepramukaan bagi anggota baru. Sesudah Orientasi kedalam lalu dicoba untuk orientasi keluar dengan mengadakan kegiatan-kegiatan se-Jawa Timur yang pesertanya Penegak/Pandega PERTI. Dengan maksud berbagi pengalaman-pengalaman dengan gugusdepan PERTI yang lain.

Dekade 1986-1989
Pengalaman adalah guru yang terbaik, semakin tahun Gudep Surabaya 413-414 semakin dewasa. Kualitas anggota semakin meningkat keanggotaannya kebanyakan dari Pandega. Musyawarah pandega I diadakan pada tahun 1986 sehingga bisa terbentuk Dewan Racana dengan nama K.H. Dewantara dan R.A. Kartini, serta tersusun program kerja yang terencana. Yang terpilih menjadi ketua dewan racana adalah Kak Suyatno dan ketua Dewan Racana R.A Kartini adalah Kak Masfi’ah.
Ragam kegiatannya pun bertambah yaitu Kesamaptaan, Ke-palang Merahan, Latihan Dasar Kepemimpinan, Dianpisat dan tak kalah pentingnya dengan dilantiknya Pandega angkatan 1988 yang disusul dengan Pandega-pandega lainnya. Untuk pertama kali Gudep ini mengadakan Kursus Mahir Dasar (KMD) pada tahun 1989 dan kemudian disusul dengan kursus-kursus yang lainnya.
Kemudian dilaksanakan kegiatan karya tulis kepramukaan tingkat SMTA Se-Kodya Surabaya pada tahun 1987 yang kemudian dilanjutkan Se-Jawa Timur pada tahun berikutnya. Selain kegiatan di Gudep juga mengikuti kegiatan partisipasi baik tingkat Daerah maupun Nasional, seperti Raimuna Nasional, KKBM, PBMPTT, PNPTT, Seminar, Diskusi, Lokakarya, dsb. Pada tahun 1987 anggota pramuka juga berhasil merebut status sebagai mahasiswa teladan tingkat Nasional mengikuti jejak-jejak tahun sebelumnya (1984). Untuk mengembangkan kegiatan dan meningkatkan kualitas dilakukan studi banding ke Gudep perti diwilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta tahun 1986.

Dekade 1990-1998
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, itu berarti semua mau maju dan berkembang, eksistensi Gudep Surabaya 413-414 tidak diragukan lagi. Organisasi yang berswasebada adalah Pramuka (Sambutan PR III IKIP Surabaya pada saat pembukaan KMD 1989). Kualitas anggota merupakan prioritas pembinaan, pandega-pandega semakin bertambah. Untuk kedua kalinya KMD dilakukan IKIP Surabaya pada tahun 1990, sedangkan untuk kegiatan Samapta diadakan berjenjang. Hal yang sangat menggembirakan lagi adalah banyaknya anggota yang mendapatkan penghargaan dalam bidang akademik. Terbukti dengan banyaknya anggota yang mendapat tunjangan ikatan dinas dikukuhkannya mahasiswa teladan tingkat Nasional pada tahun 1990.
Untuk orientasi keluar Gudep Surabaya 413-414 mampu mengadakan Seminar T/D Perti Se-Jatim pada tahun 1990, dan ditingkatkan untuk wilayah Jatim dan Bali pada tahun 1991. pada tahun 1994 yang bersamaan adanya Lustrum VI IKIP telah mengadakan seminar Nasional, postur Gerakan Pramuka tahun 2000. selain itu juga ada peran di luar kampus baik di Kwarda maupun Kwarnas serta kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditjen Dikti, Gudep Surabaya 413-414 juga telah merintis Gudep-gudep binaan tempat berlatihnya calon-calon Pembina
Banyak dari Output gudep ini berhasil membina anak didiknya sebagai pemimpin Gerakan Pramuka dan banyak juga yang sukses mengembangkan Gerakan Pramuka. Tidak kurang dari 15 orang Alumni Pramuka yang telah menjadi tenaga Edukatif di UNESA Surabaya ini maupun di Perguruan Tinggi lainnya.

Dekade 1999 – Sekarang
Sudah semestinya dengan adanya perubahan nama dari IKIP Negeri Surabaya menjadi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Gudep Surabaya 413-414 juga harus berubah. Selain mempunyai keterampilan yang tinggi anggota Gudep ini harus mempunyai pemikiran yang kreatif dalam menyikapi perkembangan serta kemajuan teknologi di Era Reformasi.
Metode keterampilan Kepramukaan yang di-kembangkan /diterapkan sudah berbeda yakni dengan menerapkan pendidikan kepramukaan ke dalam permainan yang didalamnya terdapat berbagai ilmu pendidikan, baik bagi Siaga, Penggalang, Penegak maupun Pandega atau yang disebut Out Bound. Dengan pelatihan keterampilan yang secara bertahap, Gudep ini telah melaksanakan metode baru tesebut dengan baik dan terarah. Terobosan-terobosan baru telah dilakukan, sebab tak mungkin lagi menerapkan pendidikan kepramukaan dengan meng-gunakan metode yang lama. Gerakan Pramuka tidak hanya di Gudep Surabaya saja tetapi ada di seluruh dunia, untuk itu pemikiran serta metode baru tentang pendidikan kepramukaan juga harus di tumbuhkan oleh seluruh Gerakan Pramuka.
Kesadaran kritis merupakan kunci utama perkembangan Gudep Surabaya 413-414, keterbukaan terhadap perkembangan zaman dan kepekaan terhadap perubahan menjadi bahan utama dalam melaksanakan metode dan pola pembinaan bagi anggotanya. Kemerdekaan berpikir mewujudkan kreatifitas yang tak terbatas, yang membawa Gudep ini menjadi Gudep yang selalu dinamis.
Sampai sekarangpun Gudep ini masih berperan aktif baik didalam kampus maupun diluar kampus antara lain Kwarda, Kwarnas serta kegiatan yang dilaksanakan oleh Dirjen Dikti. Tidak ketinggalan Pembina yang ada adalah 5 orang Pembina putra dan 5 orang Pembina putri masing-masing 1 pembina Gudep dan 4 Pembina satuan dengan nota bene 3 orang. sebagai andalan daerah JATIM dan dari keseluruan telah menyandang predikat sebagai Pembina mahir pandega. Serta terbukti banyak output dari Gudep berhasil membina sesuai tujuan.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.